Pages

Sabtu, 12 April 2014

Mulai Berberes

  Banyak orang, yg terus-terusan mengeluh tentang betapa kotor dan berantakan rumahnya. 
Tapi saat ditanya kenapa ga ambil sapu dan mulai berberes, dia bilang:  "males ah, dibersihin juga bakal kotor lagi" atau "males ah, udah terlalu kotor ga bakal bisa bersih lagi" 
atau "males ah, rumah orang juga kotor kok" atau "males ah, ntar suruh pembantu aja" .
Lah, ini rumah siapa? kok malah nyuruh orang lain

Mengeluh tanpa bertindak. 
Mengkritik tanpa memberi solusi. 
Marah tanpa tujuan. 

Dan ketika kita merubah subjek nya dari "Rumah" ke "Negara" , orang macam tadi bakal lebih banyak lagi kita temui. 
Bisa saja anda, bisa saja saya. 
Sekarang pilihannya adalah: maukah kita berubah?

Mungkin ada yang bilang, "Susah, karena masalah di negara kita beda sama negara lain. Negara kita lebih kompleks".
Tentu ga ada yg bisa disamain dengan spesifik. 
Tapi dalam hal tertentu, banyak kok. 
Dalam hal ketidakmerataan pembangunan dan ekonomi: India misalkan. 
Dalam hal korupsi: Thailand misalkan. 
Tentu setiap negara punya masalah endemis masing - masing, tapi akar rumput permasalahan selalu sama; apatis. 
Seperti yang Edmund Burke bilang :
"All that is necessary for the triumph of evil is that good men do nothing"




*Tulisan ini terinspirasi dari lirik lagu mas Pandji Pragiwaksono yang berjudul "Tangan Kotor" dari album "Merdesa"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar