Pages

Senin, 18 Maret 2013

Cinta Ibu Pertiwi

Ketika sebuah rasa surgawi itu hinggap
Rasa yang disebut cinta
Cinta yang sesungguhnya, bukan cinta yang kau umbar di sosial media, atau cinta yang hanya sebagai pembungkus nafsu.

Ya, Cinta suci, seperti cinta kakek dan nenek yang kita lihat di taman, tertawa bersama, bercanda, padahal tau, jika maut telah di depan mata. Tapi mereka tak peduli, toh, mereka masih bersama.

Ya, Cinta suci, seperti cinta ibu kepada anaknya, walaupun tak terperi semua sakit yang dirasakan, masih juga ia rawat kau sampai ia di rawat.

Jika cinta sudah tiba dan menghinggap
Masihkah kau kan mau berkhianat?
Memalukannya..
Merusaknya..
Tak acuh padanya..
Bahkan mencuri darinya?
Tegakah? Bisakah?
Tidak.
Karena itulah cinta
Sebuah rasa surgawi yang penuh muatan positif, sehingga tak ada ruang untuk muatan negatif.
Sebuah rasa yang mungkin di tiupkan langsung oleh sang Maha Kuasa ke hati sang penghamba.

Yang kurasa sekarang, kita kekurangan cinta
Yang kubicarakan adalah, cinta kita kepada ibu pertiwi
Ketika kurang atau bahkan tidak ada sama sekali sang cinta kepada diri kita, maka hilanglah kita dalam ketersesatan dunia bawah
Dalam hal ini, hilanglah rasa perduli kita kepada ibu pertiwi
Lantas, bagaimana?
Bagaimana kita mencintai sang ibu pertiwi?

Mari kita lihat:
Cinta timbul ketika kita dekat, kenal, dan mengerti, lalu akan timbul rasa sayang dan peduli, sehingga tak kita sadari, tau-tau cinta sudah bersemi dan mengakar di hati
Cinta pandangan pertama? Ada, tapi untuk orang yang diberkahi saja...

Mari, kita mencoba dekat, kenal, dan mengerti akan ibu pertiwi kita, tanah air kita
Banyak pemuda sekarang yang tidak peduli, atau malah terang-terangan mengatakan benci dengan tanah yang dipijaknya, air yang diminumnya, dan udara yang di hirupnya sedari kecil.
Seakan durhaka kepada ibu sendiri
Sedih memang, tapi itu realita
Ketika mereka memilih berpaling daripada mengulur tangan
Tapi itu semua masih bisa kita ubah.
Sedari sekarang, mari kenali, dekati, dan cintai ibu mu dan ibu pertiwi mu.
Lalu Kenalkan, dan dekatkan kepada orang-orang di sekitarmu, sehingga mereka bisa tertular cinta yang sama.
Tugas kita sebagai putra-putri untuk mencintai orang tua nya, kalau tidak, siapa lagi?

Ketika cinta sudah hinggap, tidak akan ada lagi gelap
Cinta adalah hal yang positif
Maka prosesnya pun juga haruslah dipenuhi hal positif...




inspired by: Nasional.Is.Me (author: Pandji Pragiwaksono)