Pages

Rabu, 30 September 2015

Tanah Dua Juta Nyawa

Udara merapat
Nafas tercekat

Kukira
Hilang sudah akal sehat
Karena
Kemarin, baru kemarin
Bercakap aku dengan tanah dingin
Tanah bersuara, berbicara
"Pelajarilah sejarah seutuhnya"
"Untuk apa?" Ku tanya
"Untuk damaikan bangsa" jawabnya

Bukan
Bukanlah aku yang gila
Benar tanah-tanah ini bernyawa
Bakda serentak darah manusia,
Berjuta menggenang, tumpah
Badan-badan bernafas juga,
Oleh saudaranya, ditanam tanpa tanda
Menjadi pupuk yang melenggangkan
Untuk penjagal yang berlaku Tuhan

30 September 2015

Senin, 21 September 2015

Hujan 'kan tiba

Pendaran surya masih tersisa
Di senja, lewat jam 5
Diiring dengan kering merata
Temaram, antara beton pongah
Dan kabel berbelit di atas kepala
Geliat hidup tetap riuh di raya
Bedalah kalbu tiap-tiap jiwa
Pongahnya sama
Sama mendamba
Kapankah hujan tiba


Sayang, 21 Sept '15