Pages

Senin, 10 November 2014

Ada hujan di nangor

Selalu ada yang menarik saat hujan turun
Selalu ada perasaan yang bercampur aduk disana
Ada ingatan-ingatan indah seiring rintik-rintik basah yang tiba,
Juga memori-memori sendu di sela dinginnya angin.
Mungkin karena ini istilah rainy mood muncul..
Ya, hujan bisa menciptakan atmosfernya sendiri, yang terkadang biru dengan semburat-semburat cerah, atau malah kelam dengan tiupan-tiupan dingin..

Jatinangor sekarang kembali dengan sifat aslinya. Dingin, basah, dan romantis. Tapi romantis tak melulu merah jambu, kadang, romantis penuh dengan warna-warna kelabu. Inilah yang menyesakkan. Inilah kota yang menggalaukan.

Ketika setiap susunan benda di kamar kos mu terlihat dramatis, lagu-lagu di playlist mu terasa melankolis,  dan ingatanmu melulu tentang yang sendu-sendu, baik itu tentangmu ataupun siapapun, maka selamat, kamu galau.
Diperparah dengan rainy mood yang dingin.

Saranku: keluarlah!
Berkumpul lah dengan teman-teman mu, obrolkan sesuatu yang membuatmu semangat dan ceria. Timbulkan rona terang kembali di pipimu.

Tapi bagaimana jika obrolan-obrolan malah membuatmu berpikir jauh menembus ramalan, tentang masa depan yang dengan sejuta bintang pun belum terlihat terang?
Mengerikan.

Ya, hidup memang mengerikan.
Terlebih ingatan.

Selasa, 04 November 2014

Begadang

Ketika tidak lagi ku gauli mimpi
Ku tunggu matahari
Duduk, sembari ngopi
Ku sulut tembakau di tangan
Lalu kugoda bulan
Ah! Jarum jam cemburu!
Jadi semakin berdebar memburu
Amboi, aku dicumbu waktu!

Lalu terasa tak enak hati
Kucoba bangkit, berdiri
Lalu jatuh, mengaduh
Nah! Tak lagi kuat badan menopang
Terasa kau sekarang umur tlah kurang

Jangan salahkan hari
Yang hanya gendongi mentari
Sementara putarannya adalah takdir
Yang kadang mengantar bertemu khidir
Atau sampai ke titik nadir

Coba curigai hati
Yang katanya sudah selingkuhi
Macam ragam dunia
Hingga lupa balik ke raga

Curup, '12