Pages

Rabu, 30 September 2015

Tanah Dua Juta Nyawa

Udara merapat
Nafas tercekat

Kukira
Hilang sudah akal sehat
Karena
Kemarin, baru kemarin
Bercakap aku dengan tanah dingin
Tanah bersuara, berbicara
"Pelajarilah sejarah seutuhnya"
"Untuk apa?" Ku tanya
"Untuk damaikan bangsa" jawabnya

Bukan
Bukanlah aku yang gila
Benar tanah-tanah ini bernyawa
Bakda serentak darah manusia,
Berjuta menggenang, tumpah
Badan-badan bernafas juga,
Oleh saudaranya, ditanam tanpa tanda
Menjadi pupuk yang melenggangkan
Untuk penjagal yang berlaku Tuhan

30 September 2015

2 komentar: