Pages

Minggu, 27 Desember 2015

Terjebak Romansa Revolusi

Salah satu hal yang tidak mengenakkan serta menyesakkan tapi sekaligus menyenangkan adalah terjebak romansa. Suasana yang biasanya kita jalani bisa berubah adanya. Bahkan apa-apa yang biasa kita pandang dengan nikmat atau biasa saja bisa berubah rupanya. Itulah yang tidak mengenakkan, kita terlempar dalam suasana baru yang kadang asing, dan membingungkan. Lebih buruk lagi adalah terjebak romansa revolusi. 
Saya yakin, banyak sekali orang yang terjebak perasaan yang sama. Yaitu orang-orang yang baru terbuka mata, hati, dan pikirannya atas nilai-nilai luhur sebuah perjuangan melalui buku-buku, film-film, cerita-cerita dan atau ceramah panjang seorang pintar. Kita tergugah oleh indahnya kehidupan yang berpegang kepada suatu ide yang diperjuangkan. Kita terharu oleh kisah-kisah heroik dari mereka yang gugur dalam indahnya memperjuangkan ide. Kita berdebar, merasakan kemarahan dan semangat dan cinta yang sama dengan suatu kisah kepahlawanan. Itulah romansa, menggugah perasaan dengan sesuatu yang membara. 
Tapi masalahnya, sebagian dari kisah romansa itu berlatar masa lalu. Bahwa sekarang kita tidak hidup lagi dalam pergulatan perjuangan ide-ide baru, adalah suatu kegalauan. Sekarang, semua ide rasanya telah terbuka, baik bobot dan bobroknya, sehingga perjuangan untuk ide-ide tersebut tak lagi se-romansa masa lalu. Sekarang perjuangan untuk ide-ide tersebut secara heroik malah terkesan naif dan lebay. Kegalauan kita berasal dari suatu kesadaran bahwa kita terjebak di lini masa yang lempeng. Dan kesadaran lain bahwa diri ini tak kan menjadi siapapun yang patut dibuatkan sebuah roman akannya, karena saat ini semua orang adalah seseorang untuk dunianya sendiri, dan untuk menjadi seseorang untuk dunia orang banyak adalah sesuatu yang hampir muskil jika diukur dengan kemampuan yang dimiliki sekarang yang bahkan, jika diasah sekeras apapun dari sekarang, sulit menyamai para tokoh-tokoh masa lalu. 
Semua perasaan negatif ini terakumulasi menjadi sebuah pesimisme, sebuah penyakit yang menahan bahkan menarik mundur langkah diri. Membuat kita hanya bisa bergembira bergelora saat membaca kisah-kisah romansa revolusi, untuk kemudian kita merasa hampa dan sedih. 
Dan kita terjebak romansa revolusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar